Jiwa-jiwa bahagia bila mau membuka mata,  untuk menyadari bahwa kita memiliki banyak hal yang berarti,  serta kita mau membuka mata hati. Untuk menyadari, betapa kita dicintai dan mau membuka diri. Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.

Begitu juga sebaliknya jiwa-jiwa merana karena tidak mau membuka hati, berusaha meraih yang tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada.

Banyak teman yang begitu menyayangi, namun tidak diindahkan, karena memilih, menilai dan suka menghakimi sendiri. Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati. 

Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang, selalu ingin menjadi pusat perhatian dan dinomorsatukan.

Semua  memiliki peranan yang berbeda, hebat dan nomor Satu dalam Satu Hal, tapi belum tentu dalam hal lain,  dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.

Sumber dari jiwa bahagia ada dalam diri sendiri, jikalau berharap dari orang lain, siaplah kecewa untuk ditinggalkan, siaplah dikhianati. Kita akan bahagia bila bisa menerima diri apa adanya dan menghargai dan menerima diri sendiri dan orang lain,.


Penulis dan Editor: Manoby