Buat yang dirumah mempunyai annak masih balita pasti sering mengalami anaknya rewel itu hal biasa karena anak belum dapat mengkomunikasikan pikirannya dengan baik. 

Maka rewel merupakan cara untuk mengatakan isi hatinya kepada orangtua. Bagaimana membedakan rewel biasa pada anak dan rewel karena penyakit?

Berbagi penelitian dilakukan untuk mencari penyebabnya. seperti yang pernah dilakukan Lauren Wakschlag dari Northwestern University Feinberg School of Medicine menemukan tiga hal yang membedakan rewel biasa pada anak dan rewel yang disebabkan oleh penyakit.

Rewel yang dikatagorikan tidak biasa dan mengarah ke gangguan mental itu adalah:

1. Anak tantrum (ngamuk) setiap hari.
Dalam batasan normal jika anak rewel biasanya seminggu sekali tidak setiap hari.


2. Rewel dalam waktu yang lama.
Rewel yang tak normal adalah tantrum yang berlangsung lama. Jika anak mengalami tantrum dalam frekuensi yang lama atau lebih dari 5 menit orangtua sebaiknya mulai mewaspadainya.

Normalnya hanya sekitar 14 persen anak-anak yang mengalami tantrum selama lebih dari 5 menit setidaknya sekali seminggu. Jika melebihi waktu itu patut dicurigai sebagai tantrum yang tidak normal.

3. Tantrum dengan perilaku agresif

Anak-anak yang mengamuk misalnya dengan menggigit atau menendang orang yang lebih dewasa patut diwaspadai sebagai perilaku agresif yang tak biasa. Anak yang mengamuk dengan agresif adalah tantrum yang tidak normal.

Dengan adanya temuan ini, peneliti berharap dapat membedakan manakah tantrum yang berisiko gangguan mental dan tantrum yang normal. Pasalnya selama ini banyak ditemukan anak-anak normal yang mengalami tantrum dicap buruk hanya karena orangtuanya merasa teganggu.


Temuan ini merupakan bagian dari sebuah penelitian yang lebih besar untuk membedakan tantrum biasa dengan gangguan perilaku yang bisa jadi merupakan pertanda gangguan mental.